Skip to content

Berapa Uang 6,7 Triliun itu ?

Desember 12, 2011

korupsi centuryDi negeriku ada pencuri
Pasang badan bela Century
Uang amblas di bawa Lari
Nasabahnya Mati Berdiri

Di negeriku ada pejabat
Paling gak kuat sama suap
Uang rakyat pasti disunat
Jadi budak si cukong kakap

Begitulah kira-kira penggalan lirik lagu karya Ust. Umar Abdullah. Sebuah lagu yang mencoba menggugat fakta kerusakan yang terus terjadi di belahan bumi terindah bernama Indonesia. Dari penggalan lirik itu, tentunya pikiran kita telah tertuju pada adegan reality show paling spektakuler tahun ini. Reality show yang melibatkan banyak orang-orang penting di negeri ini. Baca selanjutnya…

Iklan

Ideologi dan Kebangkitan

Mei 23, 2010

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional sudah menjadi rutinitas yang sering kita lakukan pada 20 Mei setiap tahunnya. Seperti biasa, rutinitas ini diisi dengan acara yang formalitas tanpa ruh, plus pidato basa-basi tentang kebangkitan. Kalau dihitung-hitung mulai dari berdirinya Boedi Oetomo (20 mei 1908) hingga saat ini berarti sudah 102 tahun berlalu. Pertanyaan kritisnya, sudahkah kita bangkit?

Alih-alih bangkit, kehidupan kenegaraan dan nasib rakyat kita malah semakin terpuruk. Tidak mengherankan kalau begitu banyak julukan ‘hitam’ untuk negeri ini. Ada yang mengatakan the failed state (negara gagal), ‘vampire state (negara drakula penghisap darah rakyat), negara biadab dan julukan-julukan menyedihkan lainnya. Baca selanjutnya…

Media dan Propaganda Teror

Desember 20, 2009

Masih segar dalam ingatan kita tatkala Indonesia menangis. Duka merebak dalam dada negeri yang terluka. Seperti lagu milik Slank, Jakarta meledak lagi, Jumat (17/7/09). Ledakan dahsyat di Mega Kuningan (Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton) telah mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan lebih dari 50 orang luka-luka. Yang terbaru dan sensasional mungkin penyergapan teroris oleh Densus 88 di Temanggung. Dua stasiun televisi meliput eksklusif secara langsung, sayang pemberitaannya meleset. Bukan Noordin M Top yang dilumpuhkan seperti yang diberitakan, namun seseorang bernama Ibrahim. Media jadi ‘agen kekerasan online’.
Seperti biasa pers Barat segera menuding Jama’ah Islamiyah (JI) dibalik bom Marriot dan Carlton. Situs The Australian, Jumat (17/7) menuding dengan Headline “Jakarta hotel blasts kill seven, bear mark of Jemaah Islamiah”. ABC News mengkaitkan dengan al Qaida. Baca selanjutnya…

Renungan Guru

Desember 12, 2009

guruGURU; digugu dan ditiru. Kata ini sering melekat pada GURU. Tapi berita jumat pagi (11-12-09) di Trans7 benar-benar membuatku prihatin lagi. Ada oknum GURU yang menghukum muridnya (merendamnya selama 2 jam) karena pulang dari asrama tanpa izin, kemudian si murid sakit demam tinggi dan terkena typus.

Sebagai renungan, kita masih ingat dengan GURU matematika di Jawa Timur yang menghukum muridnya sampai kaki murid itu patah. Seorang GURU di Agam-Muara Enim Sumsel membanting 4 muridnya karena memecahkan pot bunga. Seorang siswa SD KELAS 2 di Duren Sawit-Jakarta patah giginya setelah dibenturkan kepalanya oleh si GURU, hanya karena tidak bisa mengeja kalimat. Seorang Pembina pramuka mencabuli anak binaannya. Dan masih banyak yang lain. Naudzubillah ya Rabb…

Ada apa dengan GURU?? Sebenarnya, kalian itu pendidik atau penghancur anak bangsa? Baca selanjutnya…

Menulis dan Berfikir Serius

Desember 11, 2009

Menulis, masih terkesan sulit, rumit dan seolah hanya orang-orang yang serius bisa melakukannya. Kesan sulit itu berawal dari persepsi terhadap sesuatu yang kita nilai sulit. Kesulitan akan terus menjadi tembok besar, bila kita tak mau serius untuk menghancurkannya.

Bagi penulis ideologis, menulis tak sekedar suka-suka ataupun meningkatkan pengetahuan dan tsaqofah saja, tetapi perubahan menuju kehidupan Islam yang kita harapkan. Untuk itulah dibutuhkannya keseriusan kita dalam menulis. Bila kita serius, pasti bisa menulis, dan tulisan kita pasti berujung pada perubahan yang kita inginkan.

Keseriusan dalam menulis, juga tampak dalam keseriusan kita dalam berfikir karena antara menulis dan berfikir tak bisa dipisahkan. Sebagaimana yang kita pahami, keseriusan merupakan faktor yang harus ada dalam aktivitas berpikir. Tanpa ada faktor keseriusan, aktivitas berpikir hanya akan sia-sia dan main-main belaka, serta hanya jadi rutinitas yang terus-menerus karena kebiasaan saja. Rutinitas berpikir seperti ini hanya akan menjadikan seorang pemikir menganggap baik kehidupan yang dijalaninya. Lebih dari itu, ia pun akan menjauhkan setiap gagasan tentang perubahan. Oleh karena itu, keseriusan dalam berfikir harus dimiliki setiap muslim. Hanya dengan berfikir serius lah, setiap tujuan kita akan bisa terwujud. Baca selanjutnya…

Bagi teman2 yang sudah jadi kontributor …

Desember 11, 2009

Bagi teman2 yang sudah jadi kontributor di blog apiideologi, ayo coba posting langsung. Bila tak sempat menulis artikel, komentar-komentar seperti di facebook juga boleh. Semoga membawa manfaat yang besar bagi pencerahan kita semua.

Menyikapi Para Penolak Khilafah

Desember 9, 2009

Setelah puluhan tahun kata khilafah asing dari pendengaran kaum muslim, kini telah menjadi bahan pembicaraan bagi dunia, baik muslim maupun non muslim. Khilafah adalah sistem pemerintahan islam untuk umat islam sedunia. Para ahli fikih menjelaskan khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia untuk menegakkan syariah islam dan mengemban dakwah ke seluruh dunia. Selama lebih dari 1300 tahun atau 13 abad, ummat islam pernah menjalankan sistem khilafah dan tepat 3 Maret 1924 M khilafah pun lenyap secara resmi oleh Mustafa kemal CS laknatullah !!
Setelah melihat berbagai fakta saat ini, kini sudah begitu banyak kaum muslim yang sadar bahwa khilafah adalah sebuah kewajiban dan kebutuhan yang harus dikembalikan. Gaung khilafahpun telah tersebar dan tak dapat terbendung di setiap negeri-negeri muslim yang ada di dunia. Kafir baratpun mengakuinya bahwa saat ini ummat islam mulai bangkit dengan syariah dan khilafah. Baca selanjutnya…