Skip to content

Tajamnya Tulisan Ideologis

Desember 1, 2009

Bagi banyak penulis, menulis adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana dilihat dari potensinya untuk mempengaruhi pembaca?. Tentu saja, tulisan yang kental ideologinya lah yang paling berpengaruh. Dari banyak bentuk tulisan, mulai berita, sastra ataupun ilmiah, kiranya tulisan yang terasa betul ideologinya, yang mampu menarik manusia untuk meyakini dan memperjuangkannya.

Sebagaimana diketahui, apa yang kita tahu, belum tentu menjadi keyakinan kita, banyak tulisan berita dan artikel di media massa hanyalah informasi belaka. Bukankah orang yang banyak tahu itu seharusnya semakin mantap dalam menyusuri jalan hidupnya dan terus membara. Ternyata tidak, mereka hanya tahu banyak tapi pengetahuan itu tak satupun menjadi dasar keyakinan dan ideologinya.

Bandingkan dengan tulisan-tulisan yang sangat kental ideologinya, akan sangat jauh berbeda. Baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi, kental ideologinya akan mampu menarik pembaca untuk berfikir, terus haus dan akhirnya menyakininya. Tulisan ideologis inilah akan membangun manusia-manusia ideologis pula, yang mampu hidup dalam suasana membara.

Tulisan ideologis, bukan tulisan biasa. Tulisan yang sejak awal penulisannya sudah ada niat untuk mempengaruhi banyak orang sesuai dengan ideologinya. Tulisan ideologis inilah yang paling idealis, karena tidak dipengaruhi apapun kecuali dorongan kuat ideologi penulisnya. Jadi tak sekedar ingin diketahui banyak orang dan menghasilkan banyak uang. Sekali lagi, tulisan ideologislah yang banyak membawa pengaruh atas kehidupan dunia dan perubahannya. Tulisan yang sulit dilupakan dan akan menancap kuat di hati yang menyakininya. Apalagi tulisan ideologis juga tak pernah basi dan ketinggalan jaman.

Inilah sisi tajamnya tulisan ideologis dibandingkan tulisan lainnya. Oleh karena itu, tunggu apalagi? Orang ideologis, kok tak menuangkan pemikiran ideologisnya dalam tulisan. Sungguh sayang!

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. Desember 2, 2009 2:11 am

    Ideologis yg sistematis mampu mengimpruvisasi aspek naluri dan mengekspresikan valuabilitas humanisme yang kontinuitas. Oleh karena itu, suportifitas pada genre ini sangatlah didesperasi oleh individu dengan komprehnsi saintifik yang tinggi

    • pinterpol permalink*
      Desember 11, 2009 5:56 am

      trims atas komentar dan penilainnya pak david. Semoga bisa istiqomah selalu…

  2. Desember 4, 2009 3:57 pm

    Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.

    Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.

    Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

    • pinterpol permalink*
      Desember 11, 2009 6:00 am

      salam kenal juga Pak Lex dePraxis, semoga bisa selalu berbagi untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: