Skip to content

Berapa Uang 6,7 Triliun itu ?

Desember 12, 2011

korupsi centuryDi negeriku ada pencuri
Pasang badan bela Century
Uang amblas di bawa Lari
Nasabahnya Mati Berdiri

Di negeriku ada pejabat
Paling gak kuat sama suap
Uang rakyat pasti disunat
Jadi budak si cukong kakap

Begitulah kira-kira penggalan lirik lagu karya Ust. Umar Abdullah. Sebuah lagu yang mencoba menggugat fakta kerusakan yang terus terjadi di belahan bumi terindah bernama Indonesia. Dari penggalan lirik itu, tentunya pikiran kita telah tertuju pada adegan reality show paling spektakuler tahun ini. Reality show yang melibatkan banyak orang-orang penting di negeri ini.

Namun, pada kesempatan ini saya tidak berminat membahas tentang apa dan bagaimana skandal bank Century bisa terjadi. Saya lebih tertarik membahas betapa banyak uang yang digelontorkan untuk menyelamatkan Bank Century yang katanya dilakukan demi menjaga kestabilan dunia perbankan Indonesia. Walaupun saya sendiri meragukan argumentasi itu. Apalagi tingkat popularitas Bank Century di kalanagan masyarakat tidak terlalu terkenal. Di daerah saya saja, nama Bank Century tidak begitu populer di kalangan masyarakat. Entahlah, setidaknya bagi kalangan ibu-ibu di sekitar rumah saya nama Bank Century baru pertama kali mereka dengar di televisi sekarang-sekarang ini saja. Mereka lebih mengenal nama Bank Encip si tukang sayur daripada Bank Century.

“duit sebanyak itu buat apa ya maksudnya ?” tanya ibu saya

“katanya sih buat menyelamatkan dunia perbankan Indonesia, karena kalo Bank Century tidak dibantu akan ada 15 Bank lain yang ikut gulung tikar, nah hal ini dilihat sebagai ancaman bagi dunia perbankan Indonesia, makanya diputuskanlah untuk membantu Bank ini dengan memberikan bantuan dana (istilahnya Bail Out) sebesar 6,7 Triliun, padahal kalo kita mau jujur sebenarnya bank ini gak begitu terkenal di kalangan masyarakat, masih lebih terkenal Bank Encip ya mah…?” jawab saya secara sederhana.

“Kira-kira kalo itu duit dimasukin ke gudang, ruangan ini cukup gak ya ?” kali ini Ayah saya yang ikut menimpali, sambil matanya melihat ke sekeliling ruangan di rumah kami.

“hahahaha… yang jelas kalo duit 6,7 triliun dipake buat beli Cendol, Jakarta bisa banjir Cendol.” Jawab saya sekenanya.

Justru dari pertanyaan ayah saya itulah, kemudian saya membayangkan berapa banyak sesungguhnya uang 6,7 triliun apabila divisualisasikan. Selama beberapa hari saya tidak bisa membayangkan berapa banyak pastinya uang dengan nominal sebesar itu.

Sampai akhirnya kemarin siang, saya berhasil menemukan gambaran visual tentang berapa banyak uang 6,7 triliun itu sesungguhnya. Kejadian itu berlangsung di mesjid kampus UIKA (Mesjid Al Hijri II). Di temani 2 orang kawan sebagai assisten, saya mulai berkonsentrasi melakukan penghitungan agar gambaran visualisasi yang saya lakukan mendekati tepat.

Berikut ini adalah cara penghitungan yang saya lakukan :

Pertama saya mengeluarkan sehelai kertas HVS berukuran Folio (8,5 x 13 in) atau sekitar 21,59 x 33,03 cm. Kemudian saya keluarkan selembar uang pecahan Rp. 100.000. Saya menyusun uang tadi secara teratur, hingga dalam 1 helai kertas tersebut mampu menampung 6 lembar uang pecahan Rp. 100.000. Kemudian saya berpikir, kalo 1 helai mampu menampung 6 lembar uang pecahan Rp. 100.000 (Rp.600.000) maka dalam satu rim kertas, uang yang mampu ditampung adalah Rp. 300.000.000 “Tiga Ratus Juta Rupiah” (Rp.600.000 x 500 lembar kertas HVS ukuran Folio). Sudah Jelas ? Lanjut ke tahap berikutnya.

Setelah itu saya bertanya, kalo 1 rim itu menampung uang sebesar Rp. 300.000.000, butuh berapa rim untuk menampung uang sebanyak 6,7 triliun (6.700.000.000.000). Hasilnya adalah 22.333,33 rim kertas (6.700.000.000.000 : 300.000.000)

Silahkan bayangkan sebesar apa gudang yang dibutuhkan untuk menampung kertas HVS Folio sebanyak 22.333,33 rim. Cukup sampai disitu ? saya belum puas karena visualisasi yang saya dapatkan belum begitu bisa terlihat nyata dalam bayangan saya.

Saya kemudian berpikir bagaimana seandainya seluruh tumpukan uang yang telah dipacking per-satu-rim itu ditumpuk menjadi satu dan dibentuk menjadi sebuah menara. Terbayang berapa tingginya ? Mudah saja kawan… kita asumsikan 1 rim (500 lembar) memiliki ketebalan sekitar 7 cm (diperkirakan saja). Tinggi menara uang tersebut adalah 156.333,33 cm (22.333,33 x 7 cm). Setelah itu kita konversi ke dalam satuan jarak yang tertinggi yaitu Km.

1 Km = 100.000 Cm (masih ingat pelajaran kelas 4 SD ini dong…?!!!), Artinya :
1 Cm = 1/100.000 Km
156.333,33 cm = 156.333,33 / 100.000 Km, hasilnya adalah :
1,5633 Km (jarak ini adalah jarak dari depan rumah saya menuju ke jalan raya Leuwiliang-Bogor). Artinya kalo uang itu disusun di pinggir jalan, maka uang itu cukup untuk dijadikan trotoar sepanjang kurang lebih 1,5 Km.

Terakhir, ada yang tahu berapa tinggi Monumen Nasional (Monas) yang ada di Jakarta. Menurut sumber dari Wikipedia, tugu peringatan yang diresmikan oleh Ir. Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1961 tersebut hanya memiliki tinggi sekitar 132 m (13.200 cm). Bandingkan dengan menara uang yang telah kita visualisasikan bersama tadi.

Tinggi menara uang : Tinggi Monas
156.333,33 cm : 13.200 cm, semuanya dibagi 13.200, hasil perbandingannya adalah :
11,8434 : 1

Artinya, Uang sebanyak 6,7 triliun yang dari tadi kita perbincangkan, apabila ditumpuk dan dijadikan sebuah menara, tingginya akan mencapai 11 kali dari tinggi Monumen Nasional yang ada di Jakarta. Sungguh visualisasi yang tak pernah saya duga sebelumnya…

Apakah kalian juga mampu melihat visualisasi seperti yang saya lihat dalam bayangan pikiran saya ?

AkbarPembebas

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: