Skip to content

Mereka Takut Islam Bangkit

Desember 3, 2009

Bila kita memperhatikan headline media-media nasional terkait ikut sertanya remaja dalam aksi terorisme beberapa waktu yang lalu, pesannya sangat jelas. Judul-judul berita tersebut antara lain; Presiden SBY: Selamatkan Generasi Muda dari Kegiatan Teroris”, “Diduga, Teroris “Cuci Otak” Sederet Anak Muda”, “Anak Muda Target Rekrutmen Teroris”, “Jangan Biarkan Kaum Muda Tergarap Teroris”, “Membentengi Generasi Muda dari Teroris”, “Selamatkan Generasi muda Dari Gerakan Terorisme! dan masih banyak yang lainnya. Semuannya berisi ketakutan remaja tersentuh teroris. Akhirnya, media pun menyimpulkan bahwa semua kegiatan keislaman remaja memiliki kemungkinan masuknya faham terorisme.

Ketakutan terhadap terorisme memang sangat beralasan, mengingat dampak yang ditimbulkan sangat mengerikan. Namun, jika faktanya terorisme menjadi bagian dari konspirasi untuk menjauhkan umat Islam dari ajarannya, serta menghalangi bangkitnya kekuatan Islam yang mulai menggeliat di seluruh penjuru dunia adalah sebuah tindakan yang sangat jahat. Sebab, hingga kini, sesungguhnya pelaku-pelaku terorisme tidak mendapat tempat di hati umat Islam sendiri. Mereka ingin memaksakan, agar umat Islam juga hati-hati sekaligus benci terhadap kelompok yang memiliki kesamaan tujuan, pemikiran dan fisik teroris, walau mengambil metode perjuangan yang berbeda, anti kekerasan. Baca selanjutnya…

Tajamnya Tulisan Ideologis

Desember 1, 2009

Bagi banyak penulis, menulis adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana dilihat dari potensinya untuk mempengaruhi pembaca?. Tentu saja, tulisan yang kental ideologinya lah yang paling berpengaruh. Dari banyak bentuk tulisan, mulai berita, sastra ataupun ilmiah, kiranya tulisan yang terasa betul ideologinya, yang mampu menarik manusia untuk meyakini dan memperjuangkannya.

Sebagaimana diketahui, apa yang kita tahu, belum tentu menjadi keyakinan kita, banyak tulisan berita dan artikel di media massa hanyalah informasi belaka. Bukankah orang yang banyak tahu itu seharusnya semakin mantap dalam menyusuri jalan hidupnya dan terus membara. Ternyata tidak, mereka hanya tahu banyak tapi pengetahuan itu tak satupun menjadi dasar keyakinan dan ideologinya. Baca selanjutnya…

Pantaskah, Kita Tetap Berdiam Diri Dari Perjuangan Ini ?

November 14, 2009

Seorang missionaris Henry Martyn (18 February 1781 – 16 October 1812) mengatakan; “Aku datang untuk menemui ummat Islam, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, tidak dalam benci tapi dalam cinta.” Ia juga pernah mengatakan bahwa Perang Salib telah gagal. Karena itu, untuk “menaklukkan” dunia Islam perlu dengan resep lain: gunakan kata, logika, dan kasih. Bukan dengan kekuatan senjata atau kekerasan.”

Umat Islam memang terlalu kuat untuk diserang dengan kekuatan senjata. Karena umat Islam memiliki satu senjata ampuh yang tidak dimiliki umat agama lain, yaitu semangat jihad dan mati syahid. Oleh karena itu stategi yang diterapkan mereka untuk menghancukan Islam tidak lagi dengan mengangkat senjata. Melainkan dengan kekuatan logika dan kata-kata. Baca selanjutnya…

Menyemangati Diri !

November 14, 2009

Ditulisan singkat ini aku ingin berujar tentang pengalaman, kisah, nasehat atau mungkin curhat dari manusia-manusia dahsyat yang diluar perkiraan. Ternyata banyak menebar energi hitam, alih-alih menguatkan tapi justru aktivitas itu semakin memiriskan, melemahkan bahkan mengimpotenkan energi muda yang meluap, meledak dan siap merontokkan benteng-benteng kekufuran yang dilindungi, dibungkus, dijaga dan dikuatkan oleh beragam ide dan pemahaman busuk yang sengaja diemban dan dijajahkan. Baca selanjutnya…

Mendulang Energi ; Menulis dan Bicara dengan Hati

Oktober 12, 2009

Ditulisan ini ada sebuah sisi yang ingin saya bagi. Untuk banyak orang dan saya satu diantaranya. Menulis tak ubahnya seperti bicara. Terkadang pemibicaraan itu mengenakkan tak jarang pula menjemukkan. Pembicaraan yang bagi saya asyik, menarik dan layak, belum tentu sesuai dengan keinginan mereka di sekitar saya. Bisa jadi mereka memiliki sikap sebaliknya. Ada kalanya seorang penulis harus memiliki “toleransi” dengan tulisannya, sehingga dia berupaya mengemas sedemikian rupa agar tulisan yang disajikannya mampu dinikmati. Untuk hal itu penulis menyisipkan bumbu-bumbu (manis, asem, pahit dan kalat) sebagai penyedap tulisannya. Jujur, saya juga sering melakukan demikian.
Baca selanjutnya…

ARE YOU A MOESLEM ???… LET’S THINK…

Oktober 12, 2009

Gempa di Sumatra dan sekitarnya saat ini masih menjadi Headline News yang diberitakan oleh berbagai mediamasa, baik cetak maupun elektronik. Gempa tersebut terjadi pada pukul:
Gempa ke-1 : pada jam 17: 16, gempa ke-2, 17: 58, gempa ke-3, 08: 52 (www.google.com/gempa_sumatra)
Now..open mapping of your life (Al-Quran), lalu baca dan pikirkan surat ke 17: 16, 17: 58, 08: 52 yang terdapat di dalam petunjuk hidup anda…
• Surah ke-17:16 (Bani israil: 16) “Dan jika kami hendak hendak membinasakan suatu negri, maka kami hendak memerintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negri itu,(supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan(ketentuan Allah), kemudian kami menghancurkan negri itu sehancur-hancurnya.” Baca selanjutnya…

Menulis Untuk Melawan

September 27, 2009

Dimanapun, kapanpun, tentang apapun, dengan fasilitas apapun, dalam suasana hati yang bagaimanapun, anda bisa menuangkan ide, merangkai kata demi kata, menyusun kalimat penuh makna, mengasah dan menajamkannya sehingga menjadi senjata yang paling menakutkan, mematikan dan beracun. Maka tunggu apa lagi anak muda, ayo menulislah !
Kita sering terkesima dengan hebatnya tulisan cerpenis, novelis, script writer, dan penulis-penulis yang mengusung ide-ide sarkas, vandal,jorok wa porno, puitis, humanis, realis, bahkan ideologis. Setelah membacanya, tak jarang kita menangis, merenung, birahi, bertanya, menginstrosfeksi diri, marah, benci, tersenyum, tertawa terpingkal-pingkal, bahkan tak jarang sebuah tulisan mampu menjadi alat untuk membangkitkan militansi, membuat orang lalim jadi alim, membuat orang alim jadi dzalim. Membuat berani para penakut, membuat kuat manusia lemah, membuat romantis para pecinta, menciutkan nyali musuh, membuat berang penguasa korup dan tiran, tulisan mampu menyemai harapan bagi jiwa-jiwa hampa yang dijajah oleh ketidakadilan, tulisan juga mampu menunjukkan letak keunggulan sebuah kemenangan peradaban, keunggulan sistem kehidupan berketuhanan bernama Syari’ah Islam dalam bingkai Khilafah Islam ! Baca selanjutnya…